Pembelajaran

Bagaimana murid belajar

Murid mengalami pembelajaran langsung, menghasilkan karya, mengomunikasikannya, berkolaborasi dengan sesama, lalu merefleksikan hasilnya — melalui lima program unggulan yang menopang satu visi sekolah.

Visi 1 — Beriman dan bertakwa

SIMTAQSelaawi Iman dan Takwa

Program prioritas untuk membangun budaya religius melalui pembiasaan ibadah, penguatan karakter, dan kepedulian sosial yang dilaksanakan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Kegiatan Utama

1
Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran — setiap hari di setiap kelas.
2
Shalat Dhuha bersama — setiap hari Jumat.
3
Infak Jumat — pembiasaan berbagi setiap hari Jumat.
4
Gerakan Berbagi — Hari Pramuka (14 Agustus) dan bulan Ramadan.
5
Program Hafalan — surat pendek, Asmaul Husna, dan doa harian sesuai target kelas.
6
Pesantren Kilat Ramadan.

Indikator Keberhasilan

Jurnal Pembiasaan

Tersedianya catatan pelaksanaan kegiatan pembiasaan ibadah.

Daftar Hadir

Kehadiran murid pada kegiatan keagamaan terdokumentasi.

Buku Hafalan

Perkembangan hafalan murid tercatat secara berkala.

Lembar Observasi Sikap

Perkembangan sikap religius murid diamati oleh guru.

Tujuan: 90% murid aktif mengikuti pembiasaan ibadah dan kegiatan keagamaan sebagai upaya membentuk murid yang beriman dan bertakwa.

Visi 2 — Bernalar kritis

AKSIAKSI

Program prioritas untuk mewujudkan dimensi bernalar kritis melalui implementasi Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) secara konsisten dalam proses pembelajaran.

Kegiatan Utama

1
Guru minimal melaksanakan 4 kali pembelajaran PBL setiap semester.
2
Guru minimal melaksanakan 2 kali pembelajaran PjBL setiap semester.
3
Setiap kelas minimal menghasilkan 2 karya kreatif dalam satu semester.

Indikator Keberhasilan

Hasil Penugasan

Bukti penugasan yang mendorong murid berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Karya Kreatif

Setiap kelas menghasilkan minimal dua karya kreatif dari pembelajaran berbasis masalah/proyek.

Pameran Karya

Karya murid dipresentasikan/dipamerkan sebagai apresiasi dan komunikasi hasil belajar.

Asesmen Formatif

Guru memantau perkembangan belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Tujuan: 90% murid aktif mengikuti pembelajaran menggunakan model PBL dan PjBL.

Visi 3 — Berkarya kreatif

KREASIKarya Kreatif melalui Teknologi dan Lingkungan

Program prioritas untuk mengembangkan kreativitas murid melalui pembelajaran koding dan Artificial Intelligence (AI) serta pembelajaran berbasis lingkungan, mendorong setiap murid menghasilkan karya yang inovatif, bermanfaat, dan peduli lingkungan.

Kegiatan Utama

1
Pembelajaran koding dan AI — contoh karya: poster digital, game sederhana, presentasi interaktif, animasi sederhana, komik digital.
2
Pembelajaran berbasis lingkungan — contoh karya: ecobrick, pot tanaman dari barang bekas, kompos, vertical garden, kerajinan daur ulang.
3
Setiap murid minimal menghasilkan 1 karya digital per semester.
4
Setiap kelas minimal menghasilkan 2 karya berbasis lingkungan per semester.
5
Seluruh karya dipamerkan minimal 1 kali setiap semester.

Indikator Keberhasilan

Portofolio Karya Digital

Hasil kreativitas murid dari pembelajaran koding dan AI.

Produk Berbasis Lingkungan

Karya dari pembelajaran berbasis lingkungan sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

Pameran Hasil Karya

Media apresiasi, publikasi, dan komunikasi hasil belajar peserta didik.

Tujuan: 90% murid aktif mengikuti pembelajaran yang mengoptimalkan teknologi digital, koding, AI, serta pembelajaran berbasis lingkungan secara kreatif.

Visi 4 — Berkomunikasi efektif

LENTERALiterasi, Numerasi, dan Terampil Berkomunikasi

Program prioritas untuk membangun budaya literasi dan numerasi sebagai sarana meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik — murid dibiasakan membaca, memahami informasi, menghasilkan karya, serta mempresentasikan hasil belajarnya secara lisan maupun tulisan dengan percaya diri.

Kegiatan Utama

1
Program Literasi (Pojok Baca) — karya: ringkasan buku, resensi, cerita pendek, puisi, pantun, komik, poster edukasi, mading, storytelling, video resensi.
2
Program Numerasi (Geometri) — karya: model bangun ruang, maket, puzzle geometri, tangram, poster geometri, denah berskala, alat peraga matematika.
3
Setiap murid minimal menghasilkan 1 karya literasi atau numerasi per semester.
4
Setiap murid minimal 1 kali mempresentasikan karyanya.

Indikator Keberhasilan

Presentasi Karya Literasi

Murid mampu mempresentasikan karya literasi secara runtut, jelas, dan percaya diri.

Presentasi Karya Numerasi

Murid mampu menjelaskan proses, konsep, dan manfaat karya numerasi (geometri).

Tujuan: 90% murid aktif mengikuti program literasi dan numerasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Visi 5 — Berkolaborasi secara aktif

ASRIAman, Sehat, Ramah, dan Inspiratif

Program prioritas untuk membangun budaya kolaborasi melalui kemitraan pembelajaran dan pembiasaan sekolah ramah lingkungan, melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua, dan berbagai mitra.

Kegiatan Utama

1
Kemitraan pembelajaran — Puskesmas (UKS, imunisasi, PHBS, gizi), Kepolisian (lalu lintas, disiplin, pencegahan perundungan), parenting, pemerintah desa, dunia usaha/komunitas.
2
Budaya sekolah ramah lingkungan — pemilahan sampah, tumbler & tempat makan sendiri, gerakan cuci tangan, penghijauan, Jumat Bersih, hemat air & listrik.
3
Minimal 1 kegiatan kemitraan eksternal per semester.

Indikator Keberhasilan

Observasi Kebersihan Sekolah

Menunjukkan ketercapaian budaya hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Angket Peserta Didik

Mengukur sikap, kepedulian, dan keterlibatan peserta didik.

Dokumentasi Kemitraan

Foto, video, berita acara, atau laporan kegiatan sebagai bukti pelaksanaan kemitraan.

Tujuan: 90% murid aktif terlibat dalam kegiatan kemitraan pembelajaran sebagai upaya membangun kemampuan berkolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.